RESUME MATERI HARI KE 2 PKKMB 2025


 

Materi 1 (Pak Ainun Najib)

Tema: Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri 


Aspek Utama Perubahan:


1. Pembelajaran Digital dan Online: Akses pendidikan yang lebih luas dan fleksibel melalui platform e-learning, MOOC, dan webinar.

2. Kurikulum Berbasis Teknologi: Integrasi teknologi terbaru seperti kecerdasan buatan, big data, dan IoT ke dalam kurikulum.

3. Revolusi Industri 4.0 dan Keterampilan Baru: Penyesuaian kurikulum untuk mempersiapkan siswa menghadapi otomasi, robotika, dan analitik data, dengan fokus pada soft skill seperti kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah.

4. Infrastruktur Digital dan Kampus: Peningkatan infrastruktur TI, jaringan broadband cepat, laboratorium virtual, dan perangkat lunak kolaboratif.

5. Kolaborasi dan Kemitraan Global: Kemitraan dengan institusi internasional, perusahaan teknologi, dan startup untuk inovasi dan penelitian bersama.

6. Pengukuran dan Evaluasi Berbasis Data: Penggunaan Learning Analytics untuk memonitor kemajuan siswa dan meningkatkan proses pembelajaran.

7. Peran Perguruan Tinggi sebagai Inovator dan Penggerak Revolusi Industri: Perguruan tinggi menjadi pusat inovasi dan penelitian terapan, pengembangan startup dan inkubator bisnis berbasis teknologi.


Kunci Sukses:


- Beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi dan industri

- Menghasilkan lulusan yang kompeten di era digital dan revolusi industri

- Menjadi pusat inovasi dan penelitian terapan yang relevan dengan kebutuhan industri.


Materi 2 (Dr. Nurul ghufron, SH, MH)

Tema: Generasi mudah berintegritas anti korupsi


Mengapa Generasi Muda Sangat Penting?


- Masa depan bangsa: Generasi muda akan menjadi pemimpin dan warga negara yang menentukan arah Indonesia di masa depan.

- Energi dan inovasi: Generasi muda memiliki energi, kreativitas, dan penguasaan teknologi untuk menciptakan sistem transparan dan mengembangkan solusi anti korupsi.

- Pola pikir kritis: Generasi muda cenderung lebih kritis dan terbuka terhadap perubahan.

- Agen perubahan: Generasi muda memiliki kepentingan langsung untuk mewarisi Indonesia yang lebih baik dan bebas korupsi.


Integritas: Senjata Utama Generasi Muda


- Kejujuran: Selalu berkata jujur ​​dan bertindak jujur.

- Konsistensi: Antara kata dan perbuatan selalu sejalan.

- Tanggung jawab: Memiliki rasa memiliki terhadap tugas dan peran.

- Keadilan : Memperlakukan semua orang secara adil.

- Keberanian: Berani mengatakan "TIDAK" pada penawaran suap dan pelaporan penyimpangan.

- Kemandrian: Tidak bergantung pada pemberian atau fasilitas yang tidak sah.


Bagaimana Generasi Muda Menjadi Garda Terdepan Anti Korupsi?


- Mulai dari diri sendiri: Tanamkan nilai integritas dan tolak praktik kecil yang mengarah ke korupsi.

- Edukasi dan kesadaran: Belajar aktif tentang dampak buruk korupsi dan regulasi anti korupsi.

- Pemanfaatan teknologi: Gunakan media sosial untuk pengawasan dan kembangkan solusi digital untuk transparansi.

- Pengawasan partisipatif: Awasi lingkungan sekitar dan gunakan hak memilih dengan cerdas.

- Menjadi contoh dan inspirasi: Tidak adanya prestasi tanpa korupsi dan berkarya untuk bangsa.


Tantangan yang Dihadapi:


- Budaya "kenal sama" dan "cepat selesai"

- Ketidakpastian masa depan

- Pengaruh lingkungan

- Rasa takut melapor


Kesimpulan:


- Generasi muda Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menjadi agen perubahan sejati dalam memerangi korupsi.

- Integritas bukan hanya pilihan, tapi keharusan.

- Dengan membangun dan menjunjung tinggi integritas, generasi muda dapat membentengi diri dari godaan korupsi dan menjadi garda terdepan dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.


Materi 3 (KH Ma'ruf Khozin - PWNU Jatim)

Tema: Mencetak mahasiswa unusa sebagai generasi aswaja an-nadliyah


Landasan Ideologis : Aswaja An-Nahdliyah


- Paham keislaman yang mengikuti jejak generasi terbaik (salafus shalih) dalam beragama.

- Menekankan keseimbangan (tawazun), moderasi (tawassuth), toleransi (tasamuh), dan kemaslahatan (ishlah).

- Ciri khas: berada di tengah, menghormati keberagaman mazhab, dan mengutamakan dampak sosial.


Peran Mahasiswa UNUSA sebagai Generasi Aswaja An-Nahdliyah


- Penjaga tradisi keilmuan: memahami dan mengamalkan khasanah keilmuan klasik NU.

- Agen moderasi beragama: menolak radikalisme dan ekstremisme, membangun dialog antaragama dan budaya.

- Pejuang kemaslahatan sosial: terlibat dalam pemberdayaan masyarakat dan mengadvokasi isu-isu kemanusiaan.

- Inovator dalam tradisi: mengadaptasi nilai-nilai Aswaja dalam konteks modern.


Implementasi di Kampus UNUSA


- Kurikulum: mata kuliah wajib seperti Pendidikan Agama Islam, Ke-NU-an, dan Aswaja An-Nahdliyah.

- Kegiatan kemahasiswaan: majelis taklim, lembaga semi otonom, festival budaya NU.

- Kolaborasi dengan NU: mahasiswa terlibat aktif dalam kegiatan PBNU atau PWNU Jawa Timur.


Tantangan bagi Generasi Aswaja An-Nahdliyah


- Globalisasi dan radikalisme: menjaga identitas Aswaja di tengah arus pemikiran transnasional yang ekstrem.

- Disrupsi digital: menyebarkan narasi Aswaja yang moderat di ruang maya yang rentan hoaks.

- Relevansi pemuda: membuktikan bahwa Aswaja An-Nahdliyah adalah solusi bagi masalah modern.


Kesimpulan


- Mahasiswa UNUSA sebagai “Generasi Harapan” yang dituntut untuk menginternalisasi nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah, mengimplementasikan prinsip moderat dan toleran, dan mengembangkan tradisi intelektual NU untuk menjawab tantangan zaman.


Nama: Zakiah putri erma aryanti

Fakultas Keperawatan dan Kebidanan

Prodi D3 Keperawatan

Comments

Popular posts from this blog

Banjir peminat, Prodi S1 keperawatan tambah kelas baru.

RESUME HARI KE 1 PKKMB UNUSA 2025

Mengapa memilih prodi D3 Keperawatan