RESUME HARI KE 1 PKKMB UNUSA 2025
Materi 1 (Erisandy Yudhistira)
Tema: Penguatan literasi keuangan dan kesejahteraan
Pentingnya Literasi Keuangan:
- Mengelola keuangan secara mandiri
- Menghindari utang yang berlebihan
- Membangun fondasi kebiasaan keuangan yang sehat
- Meningkatkan kesejahteraan finansial, akademis, mental, dan masa depan
Strategi Penguatan Literasi Keuangan:
- Integrasi ke kurikulum
- Workshop dan seminar reguler
- Layanan konseling keuangan
- Platform digital (kalkulator anggaran, modul pembelajaran online, simulasi investasi)
- Kolaborasi dengan pihak eksternal (OJK, Bank Indonesia, lembaga keuangan)
- Inisiatif mahasiswa dan komunitas (klub literasi keuangan, pendampingan program, kampanye kesadaran)
Dampak Penguatan Literasi Keuangan:
- Peningkatan kesejahteraan finansial (mengelola uang saku, menurunkan utang konsumtif, menabung dan berinvestasi)
- Peningkatan kesejahteraan akademis (penurunan stres, peningkatan fokus belajar, potensi peningkatan IPK)
- Peningkatan kesejahteraan mental dan emosional (penurunan gejala kecemasan dan depresi, peningkatan rasa percaya diri)
- Peningkatan kesejahteraan masa depan (lulus dengan beban yang terkendali, memulai karir dengan fondasi keuangan yang kuat)
Tantangan dan Solusi:
- Tantangan: minat mahasiswa yang rendah, keterbatasan sumber daya kampus, stigma soal uang
- Solusi: pendekatan menarik (gamifikasi, studi kasus nyata, teknologi), advokasi dan kolaborasi, lingkungan aman, fokus pada aplikasi praktis.
Materi 2 (Dr. Arif Abdurrakhman, ST, MT)
Tema: Strategi menumbuhkan kemampuan berpikir kritis untuk menemukan solusi terbaik
Langkah-Langkah Praktis:
1. Bangun Fondasi Dasar: Mengajukan segala hal dengan teknik 5W1H (What, Why, Who, When, Where, How) dan menghindari asumsi tanpa bukti.
2. Kembangkan Kemampuan Analisis: Pisahkan fakta vs. opini, identifikasi pola dan hubungan sebab-akibat dengan diagram tulang ikan.
3. Gunakan Kerangka Berpikir Terstruktur: Metode SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan proses DECIDE (Definisikan masalah, Eksplorasi opsi, Consekuensi, identifikasi solusi, Develop rencana, Evaluasi hasil).
4. Latih Keterbukaan Pikiran: Cari perspektif berbeda dengan diskusi dan role-playing, aktif membaca dan mendengar.
5. Evaluasi Solusi Secara Sistematis: Kriteria klarifikasi, uji logika dengan premis-kesimpulan.
6. Terapkan Alat Bantu Praktis: Matriks keputusan, daftar pro-kontra dengan bobot.
7. Asah Keterampilan Refleksi Diri: Penjurnalan, review keputusan.
8. Latihan Konsisten dengan Skenario Nyata: Studi kasus, debat terarah.
Kunci Sukses:
- Sabar dan konsisten dalam melatih berpikir kritis
- Belajar dari kegagalan
- Kolaborasi dengan orang lain untuk memperkaya sudut pandang
Dengan menerapkan strategi ini, Anda dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis untuk mengidentifikasi akar masalah, menyediakan opsi secara tujuan, dan memilih solusi terbaik berdasarkan bukti.
Materi 3 (Yudi Latif, MA., Ph.D)
Tema: Kehidupan berbangsa, bernegara, jati diri bangsa, dan pembinaan kesadaran bela negara
Kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia saat ini mengalami pergeseran atau perubahan di semua sendi kehidupan yang sangat berdampak buruk. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan suatu konsepsi, kemauan, dan kemampuan yang kuat untuk menopang kebesaran, keluasan, dan kemajemukan keindonesiaan.
Jati Diri Bangsa Indonesia
Jati diri bangsa Indonesia tercermin dalam beberapa aspek penting, yaitu:
- Pancasila: Sebagai dasar negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kelayakan.
- Undang-Undang Dasar 1945: Sebagai landasan hukum yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.
- Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI): Sebagai bentuk negara yang menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan bangsa.
- Bhineka Tunggal Ika : Sebagai semboyan yang tekanan pentingnya kesatuan dalam keberagaman.
Pembinaan Kesadaran Bela Negara
Pembinaan kesadaran bela negara merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan warga negara dalam membela negara. Hal ini dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu ¹ ²:
- Pendidikan Kewarganegaraan: Sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga negara tentang hak dan kewajiban mereka dalam membela negara.
- Latihan Bela Negara: Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan warga negara dalam membela negara.
- Kampanye Bela Negara: Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga negara dalam membela negara.
Tujuan Bela Negara
Tujuan bela negara adalah untuk ¹:
- Melindungi Negara: Dari ancaman dan gangguan yang dapat membahayakan privasi dan keutuhan negara.
- Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan Bangsa: Dengan meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga negara dalam membela negara.
- Meningkatkan Ketahanan Nasional: Dengan meningkatkan kemampuan warga negara dalam membela negara dan menghadapi ancaman.
Nama: Zakiah putri erma aryanti
Fakultas Keperawatan Dan Kebidanan
Prodi D3 Keperawatan

Comments
Post a Comment